Jakarta, Gizmologi – Perusahaan teknologi layanan logistik, Lalamove optimis pada ketahanan dan ekspansi bisnisnya di tengah bayang-bayang isu resesi ekonomi pada 2023 mendatang. Bahkan untuk melanjutkan eksistensinya, Lalamove terus menggenjot ekspansi bisnis guna memperluas jangkauan layanan di Indonesia.
Chief Operating Officer Lalamove, Paul Loo, menyebutkan bahwa saat ini Lalamove telah merambah 17 kota besar di Indonesia. Melalui strategi tersebut, bisnis perusahaan logistik yang berbasis teknologi akan tetap memiliki ketahanan yang cukup kuat.
“Bahkan ketika ekonomi mungkin menghadapi masa yang sulit ke depannya, logistik akan tetap memiliki peran penting. Permintaan akan terus ada, mungkin dalam bentuk yang berbeda,” ujar Paul dalam media roundtable, Selasa (25/10).
Secara bisnis logistik, Lalamove diprediksi akan memiliki ketahanan kendati potensi adanya pelemahan ekonomi tahun depan apalagi mereka sukses melewati dua tahun pandemi Covid-19. Sejak 2020 hingga 2022, Lalamove justru mencatat jumlah pengiriman barang yang dilayani tumbuh hingga 1.867%.
Baca Juga: Digitalisasi Layanan, Lalamove Sukses Pangkas Biaya Logistik Antarkota
Strategi Bisnis Logistik Lalamove

Mengenai besaran investasi, Lalamove tidak menjabarkan lebih banyak kendati demikian pihaknya memiliki kinerja finansial yang baik. Terlebih Lalamove telah mencatat perkembangan kinerja yang sehat dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam paparan, disebutkan sejak berdiri pada tahun 2018, Lalamove telah memiliki lebih dari 230.000 mitra, 20.000 partner bisnis dan 1,4 juta lebih pengguna. Pada masa pandemi tahun 2020, Lalamove bahkan sempat mencatat jumlah pengiriman sebanyak 1,5 juta per bulan.
“Dalam beberapa kasus, baik usaha besar maupun UKM mereka butuh bersaing secara efisien. Mereka tidak lagi berinvestasi besar pada fixed cost. Namun mereka menggunakan platform kami untuk melakukan ekspansi skala bisnisnya,” terangnya.
Tantangan ke depan, terang Paul, justru bagaimana bisa Lalamove untuk beradaptasi ke depannya dari sisi adaptasi teknologi yang terus mengalami perkembangan. “Keuntungan sebagai perusahaan platform teknologi yakni fleksibilitas. Kami bisa berinvestasi lebih pada aspek bisnis yang berhasil, dan sebaliknya bisa melakukan perubahan pada aspek bisnis yang tidak pada hari berikutnya.”
Lalamove juga akan memperluas layanan ke Semarang dan Yogyakarta mulai 28 Oktober 2022. Ekspansi lokasi pelayanan akan menambah cakupan operasional Lalamove yang saat ini sudah hadir di 17 kota besar di Indonesia sejak 2018.
from Gizmologi https://ift.tt/kDuPiU2
via IFTTT
0 Komentar